Selasa, 02 Agustus 2016

Hijau

Ruangan berantakan itu, memberi kehangatan
Manusia-manusia didalamnya, sulit dilupakan
Telah bersama hampir 48 minggu
Sebentar lagi terlukis rindu
mereka adalah
Keluarga

Selasa, 24 Mei 2016

Terbahagia!

lagu karena kamu cuma satu
lagu benci untuk mencinta
mengingatkan aku dengan kau
saat itu kita duduk bersampingan
sambil mendengar lagu itu kita menyanyi bersama
kau tertawa, aku pun juga
kau melihatku, aku pun melihat mu
mata kita saling bertemu
memberhentikan waktu sejenak
aku berkata dalam hatiku "betapa bahagianya aku saat ini"
aku harap kau berkata seperti itu juga dihatimu

lagu pilihanku menjadi saksi bisu
saksi bisu atas kebahagiaanku pada hari itu
kau berada disampingku
sambil mendendangkan lagu itu bersamaku
akhirnya keinganku selama ini terwujud
menonton Maliq & D'essensial bersama seseorang yang special
yaitu kau
aku sangat bahagia waktu itu
aku harap kau juga..

Tempat : kamar tidurku
Pukul : 21.28
Suasana : senang 
Tanggal : 24 Mei 2016

Senin, 16 Mei 2016

Halo Teman!

halo teman,
apakabar?
sudah lama tidak berjumpa
ingatkah engkau dulu kita selalu berbagi?
ingatkah engkau dulu kita selalu tertawa bersama?
ingatkah engkau dulu kita selalu bersedih bersama?
ingatkah engkau tentang kita dulu?

ya aku tahu itu dulu
bisakah kita kembali seperti dulu?
bisakah kita lupakan dulu permasalahan disaat ini?
aku penat, aku lelah
aku butuh hadirmu

mungkin kau kira aku yang berubah
tidak, aku tidak berubah
aku juga tidak berpikir kau berubah
lalu siapa yang berubah?
aku tidak tahu.

aku rindu kita
aku rindu kita saat bersama
aku tidak kuat menahan ini sendiri
aku mungkin egois
kamu mungkin juga

kau tahu sifatku bukan?
yang tidak pernah mau mengalah
aku juga tahu sifatmu
yang hanya memendam

mungkin dengan kau membaca ini
kau akan tersentuh
atau mungkin kau langsung meninggalkan ku?
tidak mungkin kau tinggalkan aku

kita belum menggapai mimpi kita bersama
kau belum menjadi bridesmateku
aku belum menangis diacara pernikahanmu
aku belum mendapatkan bucket bunga diacara pernikahanmu

mungkin aku tidak pandai merangkai kata maaf
tapi aku hanya ingin kau tahu
bahwa aku ingin kita
tidak perlu kita yang dulu
aku hanya butuh kalian
disini.

Tempat : Karpet kamarku
Pukul : 19.43
Suasana : tenang, sambil mendengarkan alunan gitar
Tanggal : 16 Mei 2016

Rabu, 11 Mei 2016

Gila

Damai
Kamu butuh itu
Konflik
Kami menjauhi itu
Siapa yang salah?
Semua salah
Siapa yang benar?
Tidak ada yang benar
Lalu apa?
Diam membisu
Bak rumput yang bergoyang
Salah siapa?
Tidak ada yang salah
Menuntut ini itu
Tapi tidak bekerja sedikitpun
Gila!
Semua gila
Kami butuh kunci
Dimana kunci itu?
Tidak ada yang tahu
Dimana?!
Siapa yang akan menemukannya?
Siapa?!
Belum ada yang tahu

Tempat : Kamar tidurku
Pukul : 19.19
Suasana : sunyi senyap
Tanggal : 11 Mei 2016

Sabtu, 07 Mei 2016

Untuk Kamu di Masa Lalu

Halo, apakabar?
Lama rasanya tidak berjumpa. Aku baik-baik saja disini. Ku harap engkau juga ya. 
Ohiya bagaimana studi mu? Apakah semua berjalan lancar? Ku harap semua berjalan lancar ya. Omong-omong aku sekarang sudah hampir menginjak bangku 2 SMA, ku yakin pasti kamu tahu itu. 
Aku rindu. Rindu tawamu, sedihmu, perhatianmu, leluconmu. Semuanya aku rindukan. Aku bingung harus cerita kepada siapa jika aku ada masalah. Karena cuma kamu yang dulu mau mendengarkan semua ceritaku.
Kebetulan sekarang aku ikut organisasi lagi di SMA ku, seperti dulu aku ikut OSIS di SMP. Kamu ingat kan, dulu kamu orang pertama yang mendukungku masuk OSIS. Tapi sekarang aku bukan menjadi bagian dari OSIS. Sekarang aku menjadi bagian dari MPK. Pasti kamu tahu lah apa itu MPK. Aku senang disini. Aku merasa mempunyai keluarga ketiga disini. Kamu tahu kan keluarga pertama dan kedua ku siapa? Pasti kamu tahu.
Apakah kamu disana juga mengikuti organisasi lagi? Pasti iya. Kamu adalah orang terambis yang aku tahu.
Huff. Kenapa aku bodoh ya? Menulis ini di-blog ku. Aku saja tidak yakin kamu membaca blog ku. Ditulisan ini aku hanya ingin mencurahkan kerinduan ku kepada mu.
Sebetulnya, aku ingin bercerita kepada mu. Aku dalam keadaan bimbang kali ini. Aku sangat amat bimbang. Apa yang harus aku lakukan di bangku 2 SMA ku nanti. Aku ingin sekali melanjutkan apa yang telah aku lalukan, tetapi disisi yang lain tidak ada yang mendukung ku. Aku perlu dukungan itu. Aku perlu 'kamu' yang lain. Aku perlu itu. Jadi dapat kamu simpulkan sendiri kan? Sebenarnya aku perlu kamu saat ini, tapi jika kamu tidak bisa disampingku saat ini. Aku perlu 'kamu' yang lain untuk berada disampingku menjadi pendukung ku seperti kamu dulu.

Tempat : Kamar tidurku
Pukul : 16.29
Suasana : sendu 
Tanggal : 07 Mei 2016

Jumat, 06 Mei 2016

Perjalanan Panjang

Aku menyukai perjalanan panjang. Bukan perjalanan panjang seperti cerita kehidupan. Tetapi aku suka berlama-lama di jalan. Aneh bukan? Memang. Aku merasa perjalanan yang panjang itu tidak melelahkan, malah mengasyikan. Aku suka perjalanan yang panjang sembari mendengarkan musik. Musik yang aku pilih pun tidak luput dari rasa tenang dan damai. Sebenarnya ada hal kecil yang membuat aku menyukai perjalanan panjang. Hal yang sangat sederhana namun sangan berarti maknanya, yakni pengulangan kembali. Entah mengapa setiap saat malam tiba dan aku sedang dalam perjalan panjang, aku merasakan hatiku ingin mengulang kembali semua memori tentang diriku. Bukan hanya memori tentang diriku, tetapi tentang dirimu ataupun dirinya. Aneh memang, tapi aku selalu merasa senang dapat mengulang kembali memori itu. Aku merasa aku sangat bahagia saat mengulang memori itu, walaupun aku tahu bahwa dulu saat memori itu berlangsung mungkin aku tidak berpikir untuk mengulangnya di waktu selanjutnya. 

Tapi apa boleh buat? Aku merasa memori itu harus diulang. Walaupun hanya mengulang dalam pikiranku saja. Setiap kali aku mengulangnya, aku merasa kehadiranmu. Aku merasakan kehadiranmu yang tlah lama menghilang. Bukan hanya kehadiranmu tapi juga kehadirannya, yang tidak aku inginkan kehadiran waktu itu, karena aku tahu. Aku tahu kalau ia hadir kau akan pergi, dan benar dugaanku waktu itu. Kau pergi karena ia hadir. Tapi aku tidak menyesal menghadirkan ia dalam hidupku. Walaupun aku menyesal ditinggal pergi oleh dirimu.

Tapi aku mengerti semuanya. Aku terlalu egois. Aku egois kepadamu, kepadanya, dan kepada diriku sendiri. Dan aku tahu jawaban atas keegoisanku waktu itu. Aku tidak dapat bahagia denganmu, dan aku juga tidak mendapatkan bahagia dengannya. Tuhan memberika kebahagiaan lain untukku. Beliau memberika kebahagian bersumber dari diriku sendiri

Apakah aku perlu menyesal menghadirkan ia dan ditinggalkan oleh mu? Tidak. Aku tidak perlu menyesal, karena pada akhirnya aku tetap bahagia. Walau bukan denganmu dan bukan dengannya. Tetapi dengan..
DIRIKU SENDIRI

Tempat : Kamar tidurku
Pukul : 22.50
Suasana : sendu
Tanggal : 06 Mei 2016

Minggu, 24 April 2016

Cukup Sakit

Sakit rasanya diberi harapan
Harapan yang tidak akan menjadi kenyataan
Tetapi aku mengerti
Mungkin ini semua sudah garis tanganku
Aku mengingat suatu kalimat
Yakni "Dum Spero Spera"  
Yang berartikan "While I breathe, I hope"
Aku yakin pasti ada harapan
Iya hanya harapan
Tidak akan menjadi kenyataan
Aku menyadari semuanya
Dan aku ikhlas dengan kenyaataan
Kenyataan yang akan aku dapatkan
Walau berbeda dengan harapan
Yang pernah diberikan
Diberikan oleh siapa?
Oleh orang special
Yang ku anggap akan membuat harpanku menjadi nyata
Tapi ternyata tidak
Tidak untuk selamanya..


Tempat : Kasur kamarku
Pukul : 20.16
Suasana : Lelah dan Kecewa
Tanggal : 24 April 2016